Sumber: assalammadani.or.id

 

وَلَقَدْ خَلَقْنٰكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنٰكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلٰئِكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْا إِلَّا إِبْلِيْسَۗ لَمْ يَكُنْ مِّنَ السّٰجِدِيْنَ ١١ قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَۗ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُۚ خَلَقْتَنِيْ مِنْ نَّارٍ وَّخَلَقْتَهٗ مِنْ طِيْنٍ ١٢ قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُوْنُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيْهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصّٰغِرِيْنَ ١٣ قَالَ أَنْظِرْنِيْ إِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ ١٤ قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِيْنَ ١٥ قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِيْ لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ١٦ ثُمَّ لَاٰتِيَنَّهُمْ مِّنْ بَيْنِ أَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْۗ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ ١٧

Artinya: Dan sungguh, Kami telah menciptakan kamu, kemudian membentuk (tubuh)mu, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat, “Bersujudlah kamu kepada Adam,” maka mereka pun bersujud kecuali Iblis. Ia (Iblis) tidak termasuk mereka yang bersujud. (Allah) berfirman, “Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?” (Iblis) menjawab, “Aku lebih baik dari pada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” (Allah) berfirman, “Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina.” (Iblis) menjawab, “Berilah aku penangguhan waktu, sampai hari mereka dibangkitkan.” (Allah) berfirman, “Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu.” (Iblis) menjawab, “Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.”

Ayat diatas diambil dari QS Al-A’raf 11-17, dimana di surah tersebut telah dijabarkan tentang proses terusir-nya Iblis dari surga Karena menolak untuk sujud kepada manusia (dalam artian menghormati, bukan menyembah) sebagaimana yang diperintahkan oleh Alloh SWT saat itu dan kemudian mereka berjanji untuk mengganggu manusia agar terjauh dari rahmat Alloh SWT hingga akhir jaman.

Dengan sifat sombongnya, Iblis menolak perintah Alloh SWT dengan alasan Iblis diciptakan dari Api dan Manusia diciptakan dari tanah.

Dari sifat sombong Iblis, muncul poin berikut:

  • Sesungguhnya Sombong menutup pintu hidayah

Sungguh Alloh SWT membuka lebar pintu hidayah bagi hamba-nya yang mau bertaubat namun sifat sombong menutup hati Iblis hingga Iblis tidak mau bertaubat.

  • Hati kita dengan mudah menyimpulkan kata ‘sekalian aja‘ atau ‘sudah terlanjur

Yang paling bahaya adalah sifat Iblis ini ternyata diturunkan kepada Manusia. Saat ini banyak manusia merasa dirinya penuh dosa namun tidak mau bertaubat dengan alasan sudah terlanjur-lah, nanti saja-lah, dan alasan-alasan lainnya sebagai pembelaan.

Banyak dari manusia yang ketika tahu ia berbuat kesalahan, malah melanjutkan kesalahan itu dengan berfikir sudah terlanjur, salah sekalian saja salah terus. Padahal Alloh SWT maha pengampun dan akan benar-benar mengampuni apabila kita benar-benar mau bertaubat.

Dari surah Al-A’raf ayat 11-17 ini, kita bisa merenungi satu hal yang Insya Allah kita bisa petik pelajarannya dan mulai mau memperbaiki diri.

Cobalah kita bayangkan jika menurut QS 32:5 bahwa 1 hari di akhirat sama dengan 1000 tahun di bumi. Kita bisa berasumsi bahwa Iblis (tadinya Jin) yang hidup sebelum manusia diciptakan, sudah hidup katakanlah 1 hari di akhirat berarti 1000 tahun di bumi, kemudian dia menyimpang dari satu perintah Alloh SWT dan dilaknat oleh-Nya dengan dijanjikan hidup kekal di neraka.

Bagaimana dengan Manusia yang hidup tidak sampai 1000 tahun di bumi namun masih berani bermaksiat, melalaikan perintah-perintah Alloh SWT dan tidak memanfaatkan waktunya untuk ibadah yang sebaik-baiknya?

Maka dari itu penulis ingin mengajak pembaca (terutama mengingatkan penulis sendiri) untuk mulai sekarang memanfaatkan sebaik-baiknya waktu yang masih kita nikmati ini untuk beribadah kepada Alloh SWT. Dasarkan segala apapun yang kita lakukan dari mulai bangun tidur hingga ingin tidur lagi di waktu malam sebagai ibadah. Luruskan niat kita hanya kepada Alloh SWT. Sungguh manusia rendah dihadapannya dan Alloh SWT maha tinggi derajatnya. Semoga kita semua dijauhi dari Api Neraka yang kekal. Amiin allahumma Aamiin.

Advertisements