bunga-api-indah
Sumber: mazdyon.blogspot.com

Sering kali dalam mempelajari ilmu Agama, kita terlalu fokus mempelajari yang positif saja. Kita suka lupa mengkaji lawannya yang negatif. Sehingga ketika kita berhadapan langsung dengan yang negatif, kita tidak siap untuk menghadapinya.

Seperti contohnya apabila kita terbiasa berjalan di jalanan yang halus, ketika bertemu dengan jalan yang berlubang, besar kemungkinan kita akan terjatuh, minimal terpeleset. Sering kali kita mempelajari bagaimana cara melakukan sholat sesuai tuntunan Sunnah Nabi, bagaimana caranya makan sesuai petunjuk Nabi, dan lainnya. Namun kita kadang lupa untuk mengkaji apa-apa saja yang berpotensi mengurangi ke-khusyuk-an sholat, hal yang memalingkan kita dari rizki yang halal. Bahkan sampai-sampai kita secara tidak sadar telah berbuat kesalahan besar yang dapat menjerumuskan kita kedalam perangkap.

Mempelajari siapa itu Malaikat, siapa itu Jin, dan bagaimana kodrat kita sebagai Manusia jangan sampai juga membuat kita lupa untuk mengetahui ‘Siapa itu Iblis? Apa itu Syaitan? Maka dari itu mari kita jabarkan kedua pertanyaan tersebut dibawah ini sesuai petunjuk dari Al-Qur’an.

  1. Siapa itu Iblis?

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim. (QS-18:50)

Dari Surat Al-Kahf ayat 50 di atas, bisa kita ketahui bahwa Iblis adalah Jin yang meyimpang dari aturan Alloh SWT. Sebagian Jin yang tidak mau bersujud kepada Manusia disebut dengan Iblis dalam Al-Quran. Di ayat ini juga Alloh SWT menegaskan ketidak-sukaannya kepada manusia-manusia yang menyekutukan Alloh SWT. Manusia yang bekerja sama dengan Iblis & yang bersekutu dengan Iblis sungguh buruk dalam penilaian Alloh SWT karena menjadikan Iblis sebagai sekutu padahal sesungguhnya Iblis itu sendiri adalah musuh dari Manusia.

  1. Apa itu Syaitan?

Sejak penulisan judul artikel ini, hingga butir di-dalamnya. Penulis menuliskan pertanyaan tentang syaitan dengan kata ‘Apa’, bukan ‘Siapa’. Karena sesungguhnya Syaitan bukan-lah mahluk melainkan sifat. Hal ini dijelaskan di QS 2:34-36.

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ

فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”.

 

Dari surat Al-Baqarah ayat 34-36 diatas, kita bisa mengetahui apa itu Syaitan. Yang perlu diperhatikan adalah perubahan kata yang di gunakan di ayat 34 dan di ayat 36. Di ayat 34, Alloh SWT menggunakan kata “Kecuali Iblis”, kemudian di ayat 36, Alloh SWT menggunakan kata “Digelincirkan oleh Syaitan”.

Disini bisa kita simpulkan bahwa Syaitan merupakan sebuah sifat, segala hal yang menjauhkan hamba dari rahmat Alloh SWT. Jika sifat itu melekat pada satu mahluk, apapun itu, bernyawa ataupun tidak, jika ia sudah berperan menjauhkan hamba dari Alloh SWT itu disebut Syaitan. Jadi telah diketahui bahwa Syaitan bisa berasal dari bangsa Jin dan Manusia, dan juga bahkan benda mati. Sepanjang mahluk/benda itu berperan menjauhkan seorang hamba dari Alloh SWT.

Bukti sifat Syaitan yang bisa tertanam di dalam dada bangsa Jin dan Manusia ada di QS An Nas.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

Artinya: Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia, Penguasa umat manusia, Sembahan umat manusia; Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. dari golongan jin dan manusia.

Contohnya sangat jelas sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari, seperti misalnya saat kita ingin menjalankan sholat malam, namun teman/keluarga kita mengajak nonton bola. Atau ketika kita ingin melaksanakan kebaikan, terasa hawa tidak enak atau bisikan yang memaksa kita untuk mengurungkan niat baik kita, ini jelas perbuatan jin yang dada-nya dirasuki sifat-sifat syaitan.

Sedangkan salah satu contoh bentuk syaitan yang bisa kita lihat dari benda mati, bisa berbentuk handphone kita, yang membuat kita menunda-nunda menjawab panggilan kebaikan. Membuat kita sibuk dan terlena dengan tampilan digital sehingga senantiasa lupa kepadaNya.

Jelas sudah terpapar tentang siapa dan apa bentuk dari musuh utama kita di bumi. Mudah-mudahan kita terlindung dari segala tipu daya mereka dan senantiasa tetap ber-istiqamah kepada Alloh SWT hingga khusnul khotimah.

Advertisements