khusyu
Sumber: google images

Sebelum kita bisa mencapai fase khusyu dalam beribadah, maka perlu diketahui terlebih dahulu arti kata khusyu secara Bahasa dan kemudian dilanjutkan kepada pembahasan khusyu di dalam Al Qur’an.

Banyak dari kita selama ini mengartikan Khusyu adalah Fokus atau Konsentrasi. Namun sayangnya jika memang Khusyu diartikan ‘Konsentrasi’, maka sedikit yang mampu menjalankan solat secara khusyu.

Pernah suatu kali, Nabi Muhammad SAW sedang mendirikan sholat, ketika sujud, Hasan & Husein menaiki bagian belakang beliau. Maka Karena takut kedua cucu-nya terjatuh, Rasulullah me-lama-kan durasi sujudnya hingga kedua cucu-nya tersebut turun. Dari kejadian ini, bisa tersimpulkan apabila Khusyu diartikan dengan konsentrasi, maka saat itu Nabi Muhammad SAW, solatnya tidak konsentrasi.

Dalam terjemahan Bahasa Arab, khusyu diartikan sebagai:

الخدو والتودو
Al Huduu Watawaaduu

Al Huduu dalam Bahasa Indonesia berarti Kepasrahan Total.
Tawaaduu dalam Bahasa Indonesia berarti Kerendahan Hati.

Jadi, Khusyu berarti Keprasahan Jiwa Raga secara total yang disertai dengan kerendahan hati.

Banyak dari kita yang mengira bahwa khusyu adalah fase yang kita lakukan saat solat saja, namun sebenarnya Khusyu sudah dimulai sejak sebelum solat, kemudian ketika Solat, dan setelah solat.

Pengertian Khusyu dan bukti bahwa khusyu dimulai semenjak sebelum solat ada di QS Al Baqarah ayat 45-46.

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Artinya: Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka AKAN menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

Dari ayat diatas di jelaskan bahwa orang-orang yang khusyu adalah orang yang sudah memasrahkan jiwa dengan segala kerendahan hati yakin bahwa mereka akan kembali kepada-NYA sejak sebelum solat. Ini dikuatkan dengan penggunaan kata ‘Akan’.

Apa-apa saja yang bisa kita persiapkan sebelum melaksanakan solat? Di antara nya yaitu,

  1. Menggunakan pakaian yang terbaik
  2. Memakai wewangian
  3. Melakukan wudhu yang sempurna

Sempurnakan cara berpakaian dan wudhu kita, maka buktikan perbedaanya ketika sholat dengan persiapan yang biasa saja. Respon panggilan Alloh SWT dengan cara yang terbaik maka Insya Alloh doa kita juga akan dijawab tanpa penundaan.

Kemudian rasakan bahwa panggilan Alloh SWT lewat adzan ini merupakan panggilan terakhir, dan solat yang akan kita lakukan adalah solat yang terakhir pula. Karena sejatinya kita bisa identikan panggilan Alloh SWT dengan panggilan kematian (cth: si Aldy telah di panggil Alloh SWT = si Aldy telah meninggal dunia).

Kita renungkan dosa apa saja yang kita bawa ke solat kita. Setelah solat-pun harus memperbaiki apa-apa saja yang telah kita renungkan. Jangan tinggalkan aqidah kita di masjid. Bawa juga ke kehidupan sehari-hari, dasarkan apa yang kita perbuat adalah ibadah. Sesungguhnya ini merupakan bentuk nyata dari Kepasrahan total dan Kerendahan Hati. Sesungguhnya ini merupakan bentuk nyata dari Khusyu.

Advertisements